Jumat, 18 Agustus 2017

PMR Wira SMK N 1 Purwodadi berpartisipasi dalam HUT DIRGAHAYU KE-72

  

       PMR WIRA SMK N 1 Purwodadi berpartisipasi dalam HUT DIRGAHAYU yang ke-72 dan anggota PMR WIRA SMK N 1 Purwodadi membuat formasi PMI 72,anggota PMR WIRA SMK N 1 Purwodadi sangat kompak dalam membuat formasi PMI 72 .MERDEKA  HUT DIRGAHAYU yang ke-72 .Sekian terima kasih mohon dibaca.

Selasa, 15 Agustus 2017

Donor darah sukarela SMK N 1 PURWODADI dengan kerja sigap dan tangap 25 juli 2017.



       Donor darah bermanfaat bagi banyak orang ,baik itu penerima maupun pendonor.Bagi penerima tertolong nyawanya akibat tertentu yang memaksanya mendapat transfusi darah.Transfusi darah semacam ini bisa di lakukan pada beberapa kasus.

      Sang pendonor pun mendapat manfaat luar biasa dari melakukan donor darah secara rutin,antaranya pendonor darah nantinya akan merasakan kualitas hidup yang meningkat dari sebelumnya.Seperti kegiatan yang dilakukan PMI donor darah sukarela.  

       Donor Darah Sukarela(DORAS)yang diadakan pihak PMI Grobogan di SMKN 1 Purwodadi pada hari selasa,25 Juli 2017 menarik pendonor dari kalangan Guru,Staf karyawan serta Siswa-siswi SMKN 1 Purwodadi.Panitia Donor Darah sendiri ialah anggota PMR Wira SMKN 1 Purwodadi.Kesigapan anggota PMR berhasil membantu menyukseskan pelaksanaan doras.




 

 

 

 

 

 

    Namun ada juga pendonor yang lemas setelah mendonorkan darahnya,namun hal tersebut berhasil ditangani oleh anggota PMR secara sigap.
Nah itu dia kegiatan yang baru saja PMR Wira SMKN 1 purwodadi laksanakan,siamo !!! 
 

                           

Foto pada saat kegiatan doras berlangsung








Selasa, 16 Mei 2017

PMR WIRA SMK N 1 PURWODADI Punya Fakta unik Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)









Buang angin. Buang gas. Kentut. Ada berbagai macam cara untuk menggambarkan bunyi dan bebauan familiar yang dilepaskan dari bokong manusia.
Mengapa kita buang angin? Mengapa kentut itu bau? Berbicara soal kentut mungkin memalukan dan mungkin berujung pada saling tunjuk mencari siapa pelaku sebenarnya. Tapi yang pasti, buang angin merupakan fungsi alami dari tubuh makhluk hidup. Semua orang melakukannya.
Berikut ini adalah enam fakta mengejutkan seputar buang angin yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya.
Kentut tidak melulu akibat masalah pencernaan
Buang angin atau kentut adalah penumpukan tekanan dari dalam perut yang dilepaskan dengan cukup kekuatan dorongan, yang bisa berasal dari berbagai sumber. Pelepasan udara dari bokong disebabkan oleh gas merembes ke dalam usus kita dari darah kita, dan beberapa gas adalah hasil reaksi kimia antara bakteri yang hidup dalam usus kita dan sisa makanan yang telah dicerna.
Beberapa jenis kentut juga bisa disebabkan oleh edema angioenetik dari ususnya atau sebagai efek samping dari sakit maag atau sembelit. Beberapa dari kasus buang angin, terutama yang tidak berbau, adalah akumulasi udara yang kita telan saat berbicara, menguap, mengunyah, atau minum.
Seseorang biasanya buang angin 10-20 kali per hari

Pada umumnya, seorang individu menghasilkan sekitar setengah liter sampai dua liter gas kentut setiap hari dan didistribusikan dalam 10-20 kali insiden buang angin — yang bisa mengisi sebuah balon.

Kebanyakan orang yang mengeluhkan masalah “sering buang angin” sebenarnya tidak benar-benar memiliki isu yang patut untuk dikhawatirkan. Beberapa orang dapat buang angin lebih sering daripada yang lain, tetapi belum tentu memproduksi gas yang lebih banyak. Yang menjadi masalah sebenarnya mungkin hanyalah persepsi tentang buang angin yang berbeda antar satu orang dengan lainnya. Pada kasus ringan, seringnya “sering buang angin” adalah soal seberapa aktif atau sensitif sistem pencernaan seseorang, bukan jumlah yang dihasilkan.

Mencium bau kentut baik untuk kesehatan
Ya, mencium bau kentut Anda sendiri (atau orang lain) dapat membawa manfaat kesehatan yang tidak main-main untuk tubuh. Setidaknya, begitu menurut hasil temuan studi terbitan jurnal Medicinal Chemistry Communications, dilansir dari Time. Temuan studi menyimpulkan bahwa gas hidrogen sulfida yang ditemukan dalam telur busuk atau gas kentut manusia bisa menjadi faktor kunci dalam pengobatan penyakit berkat fungsi protektifnya terhadap mitokondria.
Gas hidrogen sulfida dalam dosis besar membahayakan tubuh, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa paparan dalam tingkat selular dalam jumlah yang lebih kecil dari senyawa tersebut dapat mencegah kerusakan mitokondria.

 

Sabtu, 08 April 2017

Berita unik mendeteksi penyakit lewat kuku




      PMR Wira SMK N 1 Purwodadi mempunyai tips yang unik untuk mendeteksi penyakit lewat kuku.




 
Kuku ternyata bisa menunjukkan beberapa penyakit yang diderita seseorang . Bahkan beberapa penyakit dalam yang bisa berakibat fatal bisa diketahui hanya dengan cara melihat perubahan warna dari kuku.
Jadi jika anda atau seseorang terdekat anda diketahui mengalami perubahan warna kuku yang tidak biasa anda patut curiga. Siapa tahu hal tersebut adalah deteksi dini terhadap penyakit  berat yang diderita. Maka jangan ragu untuk memeriksakan diri untuk menyarankan orang terdekat anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Berikut perubahan warna pada kuku yang menandakan deteksi untuk penyakit tertentu:
-          Jika warna kuku anda terlihat semburat kuning kehijau-hijauan, kemungkinan  anda mengalami infeksi jamur. Namun pada kasus tertentu, perubahan warna tersebut bisa juga sebagai tanda awal dari penyakit paru-paru. Jika warna kuku lebih ke warna kuning, bisa jadi ini menandakan deteksi untuk penyakit tertentu.
-          Jika terlihat noda kecokelatan pada kuku seperti tahi lalat, bisa diindikasikan sebagai penyakit psoriasis kulit.
-          Warna kuku yang pucat dan memudar bisa mengindikasikan bahwa seseorang menderita penyakit liver, anemia bahkan menderita penyakit jantung.
-          Kuku yang bewarna putih namun pada bagian tepi kuku bewarna lebih gelap bisa jadi ini menandakan hepatitis.
-          Tubuh kekurangan oksigen bisa menyebabkan kuku bewarna kebiruan. Namun infeksi paru seperti pneumonia dan kelainan pada jantung juga bisa menjadi penyebabnya.
-          Permukaan kuku yang tidak halus (bergelombang) adalah tanda-tanda awal dari penyakit psoriasis atau arthritis, kemudian hal ini biasanya akan disertai dengan memudarnya warna kuku.
-          Jika kuku ada garis-garis membujur yang bewarna kehitaman atau biru gelap, anda harus waspada. Karena ini bisa jadi merupakan tanda awal melanoma, salah satu jenis kanker kulit yang terparah.

Minggu, 12 Februari 2017

Konferensi PMR PMI Kabupaten Grobogan acara sangat seru



         Konferensi PMR PMI yang diadakan oleh PMI kegiatanya sangat seru dan anggota PMR Wira   SMKN 1 Purwodadi sebagai peserta kegiatan konferensi ,dari anggota PMR Wira SMK N 1 Purwodadi yang mengikuti kegiatan konferensi PMR PMI cukup banyak .







                              Foto  kegiatan konferensi PMR PMI  tanggal 27-29  Januari 2017

Rabu, 01 Februari 2017

Dengan kerja sigap kegiatan PMR Wira SMKN1 Purwodadi donor darah sukarela berjalan dengan lancar


       Donor darah bermanfaat bagi banyak orang ,baik itu penerima maupun pendonor.Bagi penerima tertolong nyawanya akibat tertentu yang memaksanya mendapat transfusi darah.Transfusi darah semacam ini bisa di lakukan pada beberapa kasus.
    Sang pendonor pun mendapat manfaat luar biasa dari melakukan donor darah secara rutin,antaranya pendonor darah nantinya akan merasakan kualitas hidup yang meningkat dari sebelumnya.Seperti kegiatan yang dilakukan PMI donor darah sukarela.

       Donor Darah Sukarela(DORAS)yang diadakan pihak PMI Grobogan di SMKN 1 Purwodadi pada hari selasa,24 January 2017 menarik pendonor dari kalangan Guru,Staf karyawan serta Siswa-siswi SMKN 1 Purwodadi.
Panitia Donor Darah sendiri ialah anggota PMR Wira SMKN 1 Purwodadi.Kesingapan anggota PMR berhasil membantu menyukseskan pelaksanaan Donor Darah tersebut.


           Namun ada juga pendonor yang lemas setelah mendonorkan darahnya,namun hal tersebut berhasil ditangani oleh anggota PMR secara sigap.
Nah itu dia kegiatan yang baru saja PMR Wira SMKN 1 purwodadi laksanakan,siamo !!! 

                                         Foto kegiatan donor darah sukarela