Selasa, 16 Mei 2017

PMR WIRA SMK N 1 PURWODADI Punya Fakta unik Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)









Buang angin. Buang gas. Kentut. Ada berbagai macam cara untuk menggambarkan bunyi dan bebauan familiar yang dilepaskan dari bokong manusia.
Mengapa kita buang angin? Mengapa kentut itu bau? Berbicara soal kentut mungkin memalukan dan mungkin berujung pada saling tunjuk mencari siapa pelaku sebenarnya. Tapi yang pasti, buang angin merupakan fungsi alami dari tubuh makhluk hidup. Semua orang melakukannya.
Berikut ini adalah enam fakta mengejutkan seputar buang angin yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya.
Kentut tidak melulu akibat masalah pencernaan
Buang angin atau kentut adalah penumpukan tekanan dari dalam perut yang dilepaskan dengan cukup kekuatan dorongan, yang bisa berasal dari berbagai sumber. Pelepasan udara dari bokong disebabkan oleh gas merembes ke dalam usus kita dari darah kita, dan beberapa gas adalah hasil reaksi kimia antara bakteri yang hidup dalam usus kita dan sisa makanan yang telah dicerna.
Beberapa jenis kentut juga bisa disebabkan oleh edema angioenetik dari ususnya atau sebagai efek samping dari sakit maag atau sembelit. Beberapa dari kasus buang angin, terutama yang tidak berbau, adalah akumulasi udara yang kita telan saat berbicara, menguap, mengunyah, atau minum.
Seseorang biasanya buang angin 10-20 kali per hari

Pada umumnya, seorang individu menghasilkan sekitar setengah liter sampai dua liter gas kentut setiap hari dan didistribusikan dalam 10-20 kali insiden buang angin — yang bisa mengisi sebuah balon.

Kebanyakan orang yang mengeluhkan masalah “sering buang angin” sebenarnya tidak benar-benar memiliki isu yang patut untuk dikhawatirkan. Beberapa orang dapat buang angin lebih sering daripada yang lain, tetapi belum tentu memproduksi gas yang lebih banyak. Yang menjadi masalah sebenarnya mungkin hanyalah persepsi tentang buang angin yang berbeda antar satu orang dengan lainnya. Pada kasus ringan, seringnya “sering buang angin” adalah soal seberapa aktif atau sensitif sistem pencernaan seseorang, bukan jumlah yang dihasilkan.

Mencium bau kentut baik untuk kesehatan
Ya, mencium bau kentut Anda sendiri (atau orang lain) dapat membawa manfaat kesehatan yang tidak main-main untuk tubuh. Setidaknya, begitu menurut hasil temuan studi terbitan jurnal Medicinal Chemistry Communications, dilansir dari Time. Temuan studi menyimpulkan bahwa gas hidrogen sulfida yang ditemukan dalam telur busuk atau gas kentut manusia bisa menjadi faktor kunci dalam pengobatan penyakit berkat fungsi protektifnya terhadap mitokondria.
Gas hidrogen sulfida dalam dosis besar membahayakan tubuh, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa paparan dalam tingkat selular dalam jumlah yang lebih kecil dari senyawa tersebut dapat mencegah kerusakan mitokondria.

 

Related Posts

PMR WIRA SMK N 1 PURWODADI Punya Fakta unik Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.